Jual Obat Herbal Penyubur Kandungan Agar Cepat Hamil Yang Aman Tanpa Efeksamping.

Begini Perbedaan Depresi Antara Pria dan Wanita

Begini Perbedaan Depresi Antara Pria dan Wanita

Begini perbedaan depresi antara pria dan wanita, karena setiap orang memiliki faktor stresnya sendiri dan bisa berbeda-beda.

Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu situs resmi milik Alfian Herbal, yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia. Untuk kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi tentang begini perbedaan depresi antara pria dan wanita.

Begini Perbedaan Depresi Antara Pria dan WanitaTahukah anda apa itu depresi ? Depresi adalah kondisi suasana hati pada seseorang yang menurun drastis dan dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, perasaan dan kenyamanan sehingga dapat menimbulkan hilanganya nafsu makan dan putus asa. Seseorang yang mengembangkan kadar stres dalam dirinya akan mengalami banyak tekanan dan pada akhirnya mengalami gangguan depresi yang bisa mengacaukan kehidupan pribadi dan sosialnya.

Setiap orang memiliki faktor stresnya sendiri dan bisa berbeda-beda. Orang yang lebih tua akan cenderung mengalami gejala stres dari pada mereka yang masih berusia muda. Seperti dilansir dari foxnews, bahkan perbedaan gender juga menjadi salah satu faktor pengukur bagaimana depresi bisa dialami seseorang.

Penelitian yang lebih baru, walau begitu, mulai memasuki perbedaan yang lebih mendalam. Mungkin yang paling penting, dan paling sering disalah artikan orang dari kedua gender, adalah perbedaan gejala yang ditunjukkan oleh wanita dan pria. Pada wanita, emosi utama depresi umumnya kesedihan. Bagi pria, lebih mungkin untuk marah atau mudah tersinggung, sering disertai dengan kekacauan.

Sebagai hasilnya, banyak wanita dan pria, termasuk pria yang depresi, salah memandang kalau depresi laki-laki merupakan frustasi dan kekacauan yang umum bukannya gangguan yang serius yang memerlukan intervensi. Pria yang depresi juga lebih jarang mencari bantuan daripada wanita yang depresi, dan mereka juh lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Menurut CDC, rasio bunuh diri laki-laki dibanding perempuan adalah empat banding satu.

Baca juga artikel menarik lainnya : Fakta Tentang Aborsi Yang Harus Anda Ketahui

Pertanyaan besarnya adalah apakah variasi ini hanya semata masalah biologi atau budaya. Beberapa peneliti percaya kalau kimia otak depresi sama pada pria dan wanita namun norma sosial tidak membiarkan pria menunjukkan kesedihan, sehingga mereka tampak seringkali kesulitan menunjukkan gejala mereka. “Mereka akan mengatakan, ‘Saya tidak bertindak seharusnya,’ atau ‘Saya terus bertengkar dengan pacar saya,’ bukannya mengatakan ‘Saya sedang sedih’,” kata Sam Cochran, direktur konseling di University of Iowa dan pengarang buku-buku psikologi laki-laki. “Namun saat kita melewatinya, gejala ini kurang lebih sama dengan pasien perempuan.”

Depresi Pada Pria

Berbeda dengan wanita, pria menunjukkan sikap berbeda saat mengalami depresi. Mereka mungkin akan mengalami sedih, lelah, dan kehilangan keinginan untuk bersenang-senang dalam rutinitasnya. Pria juga mengekspresikan depresi mereka dengan kemarahan.

Saat depresi, pria cenderung menunjukkan sikap melarikan diri seperti melampiaskan energi dan waktunya untuk bekerja atau menekuni hobi. Mereka juga lebih mungkin terjebak dalam penggunaan obat-obatan terlarang, alkohol, melakukan kekerasan dan bahkan mencoba bunuh diri. Tidak heran jika bunuh diri kebanyakan dilakukan oleh pria meskipun depresi lebih sering menyerang wanita.

Depresi Pada Wanita

Sudah diketahui secara umum bahwa wanita mengalami lonjakan hormon saat menjelang menstruasi dan ini amat sangat bisa mempengaruhi mood wanita. Saat seperti ini juga wanita sering mengalami gejala depresi. Akan ada banyak waktu lain saat wanita mengalami gejala depresi, seperti saat ovulasi, selama masa kehamilan dan setelah masa kehamilan. Depresi paling sering terjadi pada wanita antara usia 40 dan 59.

Ini juga yang menjadikan wanita lebih mungkin mengalami depresi dan cenderung mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi depresi. Selain karena pengaruh hormonal, masih belum jelas mengapa depresi lebih sering terjadi pada perempuan dari pada laki-laki. Mungkin juga karena wanita lebih sering menanggapi sesuatu dengan perasaan dari pada logika.

Untuk mengetahui perbedaannya, berikut adalah tujuh perbedaan depresi pada wanita dan pria, seperti dilansir dari Livescience :

1. Wanita lebih mungkin untuk merenungkannya, ketika merasa tertekan

Merenungkan terjadi lebih sering pada wanita yang mengalami depresi dibandingkan pria yang juga mengalaminya. Perilaku ini mungkin melibatkan berbicara secara negatif pada dirinya, menangis tanpa alasan yang jelas, dan menyalahkan diri sendiri.

“Merenungkan tidak membantunya menjadi lebih baik, tetapi malah cenderung membuat mereka merasa lebih buruk,” ujar Goldstein.

Tidak seperti wanita, pria cenderung mengalihkan perhatiannya ketika mereka merasa sedih, yang membantu mengurangi rasa depresinya.

2. Pria yang depresi lebih mungkin menyalahgunakan alkohol dan zat lainnya

“Pria mungkin akan minum alkohol lebih banyak atau beralih menggunakan obat-obatan terlarang untuk mengobati dirinya, sebelum terjadinya depresi. Dan ini terutama berlaku pada remaja laki-laki,” ujarnya.

Ia menambahkan, ”sedangkan pada wanita, penyalahgunaan zat cenderung terjadi seteleh depresi muncul, atau tingkat kecemasannya meningkat.”

Selain itu, pria yang depresi juga dapat menutupi kesedihannya dengan beralih ke aktivitas seperti TV, olahraga, bekerja berlebihan, atau terlibat dalam perilaku berisiko, seperti perjudian, merokok, seks yang tidak aman, atau mengemudi sembarangan.

“Depresi pada pria atau remaja laki-laki, juga lebih mungkin muncul dalam bentuk marah atau mudah tersinggung,” katanya.

3. Wanita mungkin memberikan respon secara berbeda terhadap peristiwa yang penuh stres

Wanita lebih cenderung menjadi depresi dalam menanggapi peristiwa stres. Beberapa bukti menunjukkan, ketika wanita mengalami situasi stres, seperti kematian anggota keluarganya atau kehilangan pekerjaan, mereka cenderung merespon dalam cara yang akan memperpanjang dan menambah stresnya, lebih daripada pria.

“Ini mungkin karena interaksi antara hormon stres, reproduksi wanita, dan neurotransmiter yang mengatur suasana hati,” katanya.

4. Gejala depresi pada pria, mungkin akan lebih sulit dideteksi orang lain

“Meskipun wanita lebih rentan terhadap depresi diakibatkan biologinya, namun depresi lebih sering tidak terdekteksi pada pria,” katanya.

Menurutnya, profesional perawatan kesehatan dan bahkan anggota keluarganya, mungkin tidak dapat menangkap gejala depresi pada pria. Sehingga akhirnya, banyak pria yang berakhir dengan depresi berat karena tidak terdeteksi sejak dini.

5. Wanita lebih rentan mengalami depresi dan bisa mengalami gangguan makan

Depresi dan gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, sering muncul beriringan. Selain itu, depresi juga lebih mungkin terjadi secara bersamaan dengan gangguan panik dan perilaku obsesif-kompulsif.

6. Pria lebih mungkin melakukan bunuh diri

Karena depresi pada pria bisa terjadi sangat lama tanpa terdiagnosis atau diobati, maka kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih dahsyat. Pria yang menderita depresi, juga lebih mungkin untuk mencoba melakukan bunuh diri.

Terus kunjungi situs http://obatpenyuburkandungansupayacepathamil.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Begini Perbedaan Depresi Antara Pria dan Wanita

«
»

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *