Jual Obat Herbal Penyubur Kandungan Agar Cepat Hamil Yang Aman Tanpa Efeksamping.

Hati-Hati, Bayi Rentan Alami Cedera Gigi

Hati-Hati, Bayi Rentan Alami Cedera Gigi. Dalam masa pertumbuhannya, bayi juga mengalami kondisi yang berisiko menimbulkan cedera gigi. Simak penjelasannya dibawah ini.

Hati-Hati, Bayi Rentan Alami Cedera Gigi

Hati-Hati, Bayi Rentan Alami Cedera Gigi | Hampir 50% bayi dan anak-anak mengalami cedera gigi pada masa pertumbuhannya, walaupun sebenarnya hal ini dapat dicegah. Kodisi ini dikarenakan masih belum sempurnanya koordinasi antar otot. Terlebih pada usia antara 1-2 tahun, dimana anak sedang belajar berjalan.

Biasanya yang sering menyebabkan cedera gigi pada anak adalah ketika anak terjatuh atau tersandung suatu benda. Selain itu, cedera gigi bisa terjadi jika anak bermain-main di sekitar meja yang tepinya tajam, berlarian di tepi kolam renang, atau terpeleset karena kaos kaki di lantai yang licin.

Cedera ini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, tulang rahang, pipi dan bibir. Hati-hati, cedera pada gigi juga dapat menyebabkan efek kerusakan jangka panjang yang serius.

Kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman, perubahan warna, gangguan perkembangan gigi, infeksi gigi bahkan sampai terjadinya kehilangan gigi.

Adapun cedera gigi pada bayi yang sering terjadi antara lain :

  • Terbenturnya gigi depan

Paling sering terjadi pada saat anak mulai belajar merangkak. Jika gigi depan terbentur, gigi akan goyang dan kadang terjadi perdarahan di sekitar gusi. Kasus seperti ini kadang perlu pemeriksaan dokter gigi, karena bisa jadi gigi sangat goyang, sehingga patahan gigi berisiko tertelan oleh si anak.

Selain itu juga perlu dipastikan apakah gigi tersebut tidak menghalangi posisi mengigit si anak. Kebanyakan kasus terbentur seperti ini, gigi yang goyang akan terpasang kuat kembali dalam 1-2 minggu. Bila lebih dari 2 minggu gigi masih goyang, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi. (Obat Pecah Gendang Telinga)

Gigi yang mengalami cedera bisa berubah warna menjadi abu-abu atau coklat. Karena gigi anak warnanya sangat putih, jadi akan terlihat perbedaannya dengan gigi sebelahnya. Perubahan warna ini disebabkan karena proses normal dari penyembuhan dan bisa juga menandakan bahwa ada infeksi yang terus berjalan.

Oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter gigi dirasa cukup penting, karena dokter dapat menentukan kapan gigi harus dimonitor untuk perawatan berikutnya.

  • Gigi susu yang lepas

Penanganan gigi susu yang lepas berbeda dengan gigi tetap. Gigi susu yang lepas tidak perlu dimasukkan ke lubang soket gigi kembali. Karena jika dipaksakan malah akan merusak perkembangan benih gigi.

Gigi yang lepas dan hilang harus dicari sampai ketemu. Kalaupun tidak ketemu, maka perlu dilakukan rontgen di dalam mulut untuk melihat apakah gigi terdorong ke dalam gusi dan tulang. Jika tidak ditemukan juga, sebaiknya dilakukan rontgen dada dan perut, untuk memastikan keberadaannya.

Konsultasikan dengan dokter gigi Anda jika terlihat dugaan adanya gigi dalam rontgen tersebut. Pada beberapa kasus, kadang area gigi yang hilang dipersiapkan untuk tumbuhnya benih gigi baru.

  • Gigi susu yang patah

Paling umum terjadi saat anak berusia 3 sampai 6 tahun. Biasanya dilakukan rontgen foto untuk melihat kondisi gigi yang patah tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah bila bagian saraf gigi terbuka akibat gigi patah.

Biasanya terjadi perdarahan keluar dari dalam gigi. Jika tidak dilakukan perawatan, maka gigi bisa menjadi infeksi dan berkembang menjadi abses gigi.

Karena bayi rentan mengalami cedera gigi, orang tua atau pengasuh perlu waspada dan berusaha untuk memberikan lingkungan yang aman bagi si Kecil agar terhindar dari risiko cedera gigi maupun cedera mulut lainnya.

Baca Juga : Ibu Dengan Banyak Anak Berisiko Tinggi Kena Serangan Jantung

| Hati-Hati, Bayi Rentan Alami Cedera Gigi |

«
»

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *